Syaithan adalah musuh yang nyata bagi MAnusia. Dia selalu berusaha mencelakakan dan menjerumuskan siapapun yang lalai. Berbekal penglaman ratusan ribuan tahun dalam hal menyesatkan manusia semenjak diciptakannya Nabi Adam hingga hari ini tentu saja akan menjadikan syathan sangat professional dalam menyesatkan, mengganggu manusia dari berbgai sisi dan caranya.
Namun demikian Alloh adalah sebaik-baik pelindung, dan tidak ada yang bisa melindungi manusia dari kejahatan syaithan kecuali Alloh. Lalu bagaimana cara melindungi diri dari Syaithan? Berikut ulasannya :
1. Ibadah:
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat (QS Al Hijr : 42)
2. Ikhlas dalam beribadah
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (QS. Al Hijr :39-40)
3. Tidak menyendiri (berjamaah)
Namun demikian Alloh adalah sebaik-baik pelindung, dan tidak ada yang bisa melindungi manusia dari kejahatan syaithan kecuali Alloh. Lalu bagaimana cara melindungi diri dari Syaithan? Berikut ulasannya :
1. Ibadah:
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat (QS Al Hijr : 42)
2. Ikhlas dalam beribadah
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (QS. Al Hijr :39-40)
3. Tidak menyendiri (berjamaah)
عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ، مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الجَنَّةِ فَلْيَلْزَمُ الجَمَاعَةَ» [رواه الترمذي:2165].
Dari Umar bin Khatab rodiyallohu anh, berkata Rosululloh SAW bersabda : Tetaplah kalian dalam jamaah dan hindarilah perpecahan, karena sesungguhnya Syaithan bersama dengan orang yang terpisah dari jamaah, dan ia menjauhi dua orang, Barangsiapa ingin hidup enak di dalam surga, maka hendaklah selalu berada dalam jama’ah. (HR. At Tirmizi)
وقال صلى الله عليه وسلم في الخلوة والسفر في الليل منفردًا لَو يَعلَمُ النَّاسُ مَا في الوَحدَةِ مَا أَعلَمُ مَا سَارَ رَاكِبٌ بِلَيلٍ وَحدَهُ رواه البخاري
“Seandainya manusia mengetahui jeleknya bersendirian seperti apa yang aku ketahui, niscaya dia tidak akan mengadakan perjalanan di malam hari sendirian.” (HR.Al-Bukhari no. 2998)
اَلرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ، وَالثَّلاَثَةُ رُكَبٌ رواه أبو داود
“Pengendara yang sendirian (dalam safar) adalah satu setan, yang berdua adalah dua setan, dan yang bertiga adalah rombongan pengendara.” (HR. Abu Daud no. 2607 dan At-Tirmizi no. 1674)
4. Menjaga Sholat berjamaah
مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ، قَالَ زَائِدَةُ: قَالَ السَّائِبُ: يَعْنِي بِالْجَمَاعَةِ: الصَّلَاةَ فِي الْجَمَاعَةِ
“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya)." Zaidah mengatakan, bahwa As-Sa'ib mengatakan : yang dimaksud dengan jama'ah adalah sholat berjama'ah. (Sunan Abu Dawud, no.547)
5. Membaca Isti’adzah (Doa mohon perlindungan dari segala kejahatan Syaithan)
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} الأعراف:200{
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah (QS Al A’rof : 200)
6. Membaca ta'awudz saat membaca Al Qur’an
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ} النحل:98{
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk
7. Berlindunglah kepada Alloh saat masuk WC
فعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل الخلاء قال: «اللهم إني أَعُوذُ بك مِن الخُبْثِ والخبائثِ (رواه البخاري(
Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam WC, maka beliau berdo'a: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHBA`ITS (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) (HR Bukhori)
8. Berlindunglah kepada Alloh saat masuk waktu sholat
عن جبير بن مطعم رضي الله عنه أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم يصلي، قال: «اللهُ أكبرُ كبيرًا والحمدُ للَّهِ كثيرًا وسبحانَ اللهِ بكرةً وأصيلًا (ثلاثًا) أعوذُ باللهِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ من نفخِهِ ونفثِهِ وهمزِهِ) (رواه أبو داود(
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore” (dibaca 3 kali). “Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan dan godaan Syaithan” (HR. Abu Dawud)
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثَوَّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ )(رواه البخاري(
”Apabila diserukan adzan untuk shalat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamat ia berlalu lagi…” (HR. Al-Bukhari)
9. Berlindunglah kepada Alloh saat marah
إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ : أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ
“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’uudzu billahi minas syaithaanir rajiim, marahnya akan hilang,” (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Berlindunglah kepada Alloh saat mendengar gonggongan anjing
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قالإِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا ) رواه البخاري(
“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR. Bukhari).
11. Berdoa saat hubungan intim
عن ابن عباس رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: (لو أن أحدكم إذا أتى أهله؛ قال: بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا؛ فقضي بينهما ولد؛ لم يضره الشيطان أبدا) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Ibnu Abbas raddhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan :
بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
(Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari rezki yang akan Engkau berikan kepada kami), lalu ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, syetan tidak akan bisa menimpakannya kemudharatan selamanya”. Muttafaq ’alaih.
Wallohu ‘alam bishowab…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar